HKG PKK Ke-45 Diperingati di Kabupaten Humbang Hasundutan


*Hidup dan Jayalah PKK

*Kecamatan Paranginan Juara I Lomba Masak Mie Gomak dan Tumpeng Ubi-Ubian

Doloksanggul-Peringatan HKG PKK (Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) ke-45 tahun 2017 dilaksanakan di Kabupaten Humbang Hasundutan bertempat di Aula Huta Mas Tano Tubu Doloksanggul, Rabu (2/8).  Themanya ‘Dengan HKG PKK ke-45 tahun 2017 kita lakukan akselerasi program-program PKK untuk mewujudkan visi dan misi gerakan PKK’.

Hadir dalam peringatan itu Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE, Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora, Sekda Saul Situmorang, SE, M.Si, Ketua TP PKK Humbahas Ny Lidia Kristina Dosmar Banjarnahor, Wakil Ketua I TP. PKK Humbahas Ny. Tiur Mariati Saut Parlindungan Simamora, pimpinan SKPD dan utusan setiap kecamatan.

Dalam kegiatan itu, Wakil Ketua I TP. PKK Humbahas Ny. Tiur Mariati Saut Parlindungan Simamora membacakan sejarah singkat gerakan PKK. Dikatakan, PKK yang merupakan gerakan pembangunan masyarakat bermula dari Seminar Home Economic di Bogor pada tahun 1957, yang menghasilkan rumusan 10 segi kehidupan keluarga. Kemudian ditindak lanjuti oleh Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada tahun 1961 yang menetapkan 10 segi kehidupan keluarga sebagai Kurikulum Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang diajarkan di sekolah-sekolah oleh Pendidikan Masyarakat (Penmas) sampai sekarang.

Pada bulan Mei tahun 1962 di Desa Salaman Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, didirikan Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM) untuk menyebarluaskan 10 Segi Kehidupan Keluarga. Sekitar tahun 1967 kehidupan sebagian masyarakat Jawa Tengah sangat menyedihkan dan memprihatinkan, khususnya daerah Dieng Kabupaten Wonosobo diantara mereka banyak yang menderita Honger Odeem (HO). Kenyataan itu menyentuh hati Ibu Isriati Moenadi, sebagai Isteri Gubernur Jawa Tengah saat itu, beliau merasa bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya dan berinisiatif membentuk PKK di Jawa Tengah, dari tingkat Provinsi sampai ketingkat Desa dan Kelurahan. Dengan susunan pengurus terdiri dari unsur-unsur Isteri Pimpinan Daerah, Tokoh-tokoh masyarakat, perempuan dan laki-laki untuk melaksanakan 10 Segi Pokok PKK secara intensif.

Dari keberhasilan PKK di Jawa Tengah, maka Presiden RI menganjurkan kepada Menteri Dalam Negeri Bapak Amir Machmud agar PKK dilaksanakan di daerah-daerah seluruh Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1972 Menteri Dalam Negeri mengirimkan Surat Kawat Nomor : SUS 3/6/12 tangal 27 Desember 1972 kepada Gubernur Jawa Tengah untuk merubah nama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, tembusan disampaikan  kepada Gubernur seluruh Indonesia.

Sejak tahun 1974 Ketua PKK Jawa Tengah Ibu Kardinah Soepardjo Rustam banyak menerima tamu-tamu dari Luar Negeri seperti dari  Pakistan, Burma, Malaysia dan lain-lainnya untuk belajar mengenai PKK.  Pada tahun 1978 Gubernur Jawa Tengah Bapak Soepardjo Roestam melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri tentang hasil Lokakarya Pembudayaan 10 Segi Pokok PKK menjadi 10 Program Pokok PKK yang sampai sekarang menjadi program Gerakan PKK.

Tujuan Gerakan PKK untuk mencapai keluarga sejahtera dengan tidak membeda-bedakan golongan, agama, partai dan lain-lain .Hal ini menarik perhatian Pemerintah yang selanjutnya Gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diatur dan dibina oleh Departemen Dalam Negeri. Berdasarkan Keputusan Presiden No 28 Tahun 1980, tentang Perubahan LSD menjadi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan PKK sebagai Seksi ke  10 di LKMD. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 4 tahun 1982, Tim Penggerak PKK Pusat dibentuk dan dipimpin oleh Ibu Amir Mahmud, Isteri Menteri Dalam Negeri pada tahun 1982.Sebagai langkah selanjutnya, diadakan pemantapan Gerakan PKK baik tentang pengelolaan dan pengorganisasiannya maupun program kerja dan administrasi melalui Pelatihan, Orientasi, RAKON dan RAKERNAS.

RAKERNAS I PKK diadakan pada bulan Maret 1982. Selanjutnya pada tahun 1983 dibawah pimpinan Ibu Kardinah Soepardjo Roestam, melaksanakan Rakernas II PKK untuk memantapkan kelembagaan PKK dengan 10 Program Pokok PKK nya. Setiap tahun diadakan Rapat Konsultasi, lima tahun sekali diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK.

Kemudian pada Sidang Umum MPR Tahun 1983, berdasarkan TAP MPR No.II/ MPR/1983 tentang GBHN, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ditetapkan sebagai salah satu wahana untuk meningkatkan Peranan Wanita Dalam Pembangunan. Pada tahun 1984 Menteri Dalam Negeri menerbitkan Surat Keputusan No. 28 Tahun 1984 tentang Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang menetapkan tentang pengertian, tujuan, sasaran, fungsi, tugas Gerakan PKK dan ketentuan atribut-atributnya.

Tahun 1987 atas persetujuan Presiden RI dibentuk Kelompok-kelompok PKK Dusun/Lingkungan, RW, RT dan kelompok Dasawisma, guna meningkatkan pembinaan warga dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK dan mulai tahun 1988 PKK mendapatkan penghargaan-penghargaan Internasional seperti Maurice Pate, Sasakawa Health Price, maupun penghargaan tingkat nasional untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini antara lain dalam bidang; kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, lingkungan hidup dan lainnya.

RAKERNAS III PKK dilaksanakan pada saat dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Kardinah Soepardjo Rustam pada tahun 1988, memantapkan pelaksanaan program-program PKK dan mendapatkan penghargaan Hari Bumi Sedunia di Miami, Amerika.

Pada tahun 1993 dalam Rakernas IV PKK, yang dipimpin oleh Ketua Umum  Ibu Odiana Rudini telah memutuskan untuk ”MENETAPKAN TANGGAL 27 DESEMBER SEBAGAI HARI KESATUAN GERAK PKK”, yang diperingati setiap tahun.  Pada bulan Desember 1997 menyelenggarakan Jambore Nasional Kader Posyandu yang pertama diikuti oleh Kader-kader PKK dari 27 provinsi, kabupaten/kota, desa/kelurahan.

RAKERNAS V diadakan pada tahun 1998 dipimpin oleh Ketua Umum Ibu.Emy Yogie S.M. Dalam Rakernas tersebut Menteri Dalam Negeri Bapak Yogie S.M selaku Pembina PKK memberikan penghargaan kepada Pelindung, Penasehat, Kader-kader PKK yang telah berpartisipasi selama 25 tahun atau lebih, 15 tahun dan 10 tahun tanpa terhenti.Medali Tertinggi disebut PARAMAHITA NUGRAHA.Medali Utama disebut ADHI BHAKTI UTAMA.Medali Madya disebut ADHI BHAKTI MADYA.

Sejalan dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, maka Tim Penggerak PKK Pusat telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Luar Biasa PKK pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 02 Nopember 2000 di Bandung, yang dipimpin oleh Ibu Suryadi Sudirdja, yang menghasilkan pokok-pokok kesepakatan antara lain, adalah pengertian dan nomenklatur Gerakan PKK berubah dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK., dan adanya Badan Penyantun TP PKK disemua tingkatan.

Hasil Kesepakatan Rakernaslub PKK tersebut selanjutnya ditetapkan menjadi Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 53 Tahun 2000 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).Dengan dasar Kepmendagri tersebut disusunlah Pedoman Umum Gerakan PKK sebagai panduan pelaksanaan Gerakan PKK, sampai saat ini.

Pada tahun 2005 TP PKK Pusat mengadakan Rakernas VI PKK dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Susiyati Ma’ruf menetapkan perubahan nama Badan Penyantun PKK menjadi Dewan Penyantun PKK, serta adanya Seragam Nasional PKK. Pada tahun 2010 diselenggarakan Rakernas VII PKK yang dipimpin oleh Ketua Umum TP PKK Ibu Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH yang menghasilkan rumusan antara lain tentang Penyesuaian dan penetapan Hari Kesatuan Gerak PKK dari tanggal 27 Desember menjadi 4 Maret.

Pada tahun 2013, diterbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang antara lain mengatur Sebutan Dewan Penyantun menjadi Pembina sehingga Menteri Dalam Negeri menjadi Ketua Pembina TP PKK Pusat, Gubernur Ketua Pembina TP PKK Provinsi sampai dengan Kepala Desa/Lurah sebagai Ketua Pembina di wilayahnya masing-masing.

Pada tahun 2015 dilaksanakan Rakernas VIII PKK dengan hasil rumusan tentang kelembagaan PKK, administrasi PKK serta rencana kerja lima tahun PKK yakni tahun 2015-2020. Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, lahir dan batin.

Selanjutnya, Ketua TP PKK Humbahas Ny Lidia Kristina Dosmar Banjarnahor membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK pada Peringatan HKG PKK ke-45 tahun 2017 Ny Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Dikatakan, bahwa gerakan PKK telah berkiprah di bumi pertiwi selama 45 tahun. Kalau diibaratkan seorang manusia, maka usia 45 tahun adalah masuk dalam kategori usia produktif. Dengan kategori produktif, bersemangat dan penuh energi seperti inilah yang perlu digelorakan dalam pengabdian kita selaku unsur Tim Penggerak PKK, sampai kapanpun. Oleh karena itulah, perkenakan saya untuk mengajak Bapak dan Ibu, serta saudara-saudara sekalian untuk bersama-sama mengucapkan ‘‘Hidup dan Jaya-lah PKK’’, sekali lagi ‘‘Hidup dan Jaya-lah PKK’’.

Yel-yel yang diambil dari syair dalam Mars PKK ini perlu senantiasa kita kumandangkan untuk memompa semangat, sekaligus untuk memelihara motivasi kita selaku kader PKK. Karena dalam situasi apapun, dan dalam kondisi bagaimanapun, kita sebagai insan relawan yang dengan sadar mengabdikan diri untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga dan masyarakat secara keseluruhan, harus selalu mempunyai semangat yang tinggi, penuh vitalitas dan berenergi. Karena hanya dengan semangat dan vitalitas yang terjaga seperti itulah, maka program program gerakan PKK dapat kita laksanakan secara proporsional dan rasional.

Atas dasar itu pula, maka tema sentral Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK kali ini adalah, ‘‘DENGAN HKG PKK KE-45 TAHUN 2017, KITA LAKUKAN AKSELERASI PROGRAM-PROGRAM PKK UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MISI GERAKAN PKK’’.Tema tersebut mengandung makna, bahwa melalui momentum peringatan HKG PKK ini diharapkan segenap jajaran Tim Penggerak PKK secara berjenjang mampu menyusun rencana aksi dalam rangka akselerasi atau percepatan program-program PKK.

Alasan perlunya akselerasi atau percepatan program itu didasarkan pada kenyataan, bahwa selama ini kita melaksanakan 10 program pokok PKK secara normatif, bahkan cenderung merupakan rutinitas. Padahal perkembangan program masyarakat maupun program pemerintah pada dewasa ini, berkembang begitu pesat dan sangat bervariasi. Dihadapkan pada kenyataan seperti ini, maka saya berharap agar kita tidak terbelenggu pada rutinitas program sehingga tidak pernah beranjak progresnya. Karena sesungguhnyalah dari 10 Program Pokok PKK itu ada program prioritasnya dan ada pula program unggulannya. Serta tidak menutup kemungkinan juga ada program spesifik daerah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah. Untuk satu hal ini, saya bahkan selalu mendorong setiap daerah agar senantiasa berinovasi mengembangkan kreatifitas program sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Tumbuhkan ide-ide inovatif seraya kembangkan jalinan kerjasama dengan mitra kerja PKK dalam rangka pengembangan dan akselerasi program-program PKK. Disamping itu, sejumlah program kerjasama yang dipayungi dalam naskah kesepakatan bersama atau MOU dengan beberapa Kementerian dan lembaga telah pula kita lakukan, seperti MOU dengan Kementerian Pertanian, dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).  Kemudian dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan lain-lainnya. Itu semua perlu dioperasikan di tingkat daerah, diakselerasi, dipercepat dan kita sukseskan bersama.

Dalam kaitan itu semua, saya menghimbau, agar dalam pelaksanaan program-program PKK sedapat mungkin mengurangi program yang bersifat ceremonial belaka. Sudah saatnya kita juga perlu mengimbangi prinsip kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program-programnya, yakni kerja, kerja, dan kerja meskipun kita menyesuaikannya dalam skala gerakan PKK. Saya juga menyadari, apabila melalui tema seperti itu, sacara nyata juga membawa konsekuensi diperlukannya kesiapan peningkatan keterampilan teknis dan manajerial segenap jajaran Tim Penggerak PKK. Untuk itu, kalau memang dipandang perlu, buatlah program pelatihan teknis dan manajerial sesuai kepentingannya bagi jajaran Tim Penggerak PKK. Arahnya adalah agar Tim Penggerak PKK disetiap jenjang menjadi tahu, mau dan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya.

Melalui tema ini pula, saya mengajak seluruh jajaran Tim Penggerak PKK untuk memberikan bimbingan, pembinaan, dan fasilitas yang berkelanjutan kepada kader-kader PKK termasuk kader dasawisma, karena kepada merekalah sesungguhnya terletak fungsi kinerja dan program-program PKK.

Saya tidak pernah bosan untuk senantiasa mengingatkan kepada kita semua, bahwa pada setiap memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK seperti ini, hendaknya juga dapat kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi yakni mengevaluasi terhadap hal-hal sapa saja yang telah dilakukan oleh Tim Penggerak PKK selama setahun ini. Kemudian, lakukan penilaian diri, apakah ada keberhasilan atau kemajuan program maupun kegiatan PKK. Selanjutnya, rumuskanlah strategi dan langkah-langkah tindak lanjutnya dalam bentuk rencana Kerja Tim Penggerak PKK. Saya berharap siklus  manajemen program dan manejemen kelembagaan seperti ini dapat dilakukan secara simultan ,berkesinambungandan terus menerus.

Siklus manajemen program dan siklus manajemen kelembagan seperti itu, memang patut kita lakukan. Karena langkah seperti ini selaras dengan salah satu ketentuan yang tercantum didalam dokumen Hasil Rakernas VIII PKK Tahun 2015 yang antara lain menyebutkan , bahwa “program kerja TP. PKK menjadi bagian tidak terpisahkan dari dokumen perencanaan pembangunan pada pemerintah dan pemerintah daerah”. Sehinga 10 program pokok PKK itu pada hakekatnya juga harus selaras dengan program-program pemerintah.

Oleh karna itu pula saya menaruh harapan agar kiranya Bapak/Ibu para Bupati/Walikota selaku pembina tim pengerak PKK di daerah,berkenan memberikan dukungan,fasilitas terhadap program-program tim penggerak PKK. Sehinga gerakan PKK dapat memberikan andil dan turut ambil bagian dalam upaya ikut meningkatkan taraf hidup dan kehidupan keluarga-keluarga menuju masyarakat yang maju dan sejahtera guna mewujudkan hari esok yang lebih baik.

Dalam melaksanakan 10 program pokok PKK maupun program-program lainya yang bersifat koordinatif dan kerjasama antar lembaga, saya juga berharap kepada seluruh jajaran tim pengerak PKK,agar melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagaimana ketentuan yang ada. Prinsip kemitraan dan kerelawanan dalam fungsi tim pengerak PKK ,harus kita pegang teguh. Bahwa prinsip kemitraan  mengandung adanya pengertian  adanya kesejajaran dan kesetaraan diantara kita dan mitra kerja kita. Sedangkan prinsip itu, janganlah merasa berat dan jangan pula menjadi beban dalam pengapdian kita untuk ikut meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Sesuai dangan tema sentral  HKG PKK KE-45 yang difokuskan pada aspek akselerasi program-program PKK , maka perkenankanlah saya menyampaikan beberapa hal  kepada segenap jajaran tim penggerak PKK, para kader PKK dan kader Dasawisma yaitu dalam melaksanakan tugas dan fungsi selaku tim penggerak PKK maka senantiasalah  rendah hati tetapi jangan rendah diri.  Apabila ada kesalahan, maka kesalahan itu jangan dikatakan sebagai kewajaran tetapi kesalahan hendaknya dijadikan sebagai pelajaran. Karya tidak akan terwujud tanpa kerja, tetapi berkaryalah dangan cerdas, tangan yang terampil dan hati yang luhur.Tingkatkan daya kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan program-program PKK, yang semua itu  harus dicapai melalui karsa, inisiatif dan ketekunan.

Dalam acara itu, dilaksanakan penyerahan hadiah kepada Desa Sitanduk Kecamatan Tarabintang yang tampil sebagai juara harapan II tingkat Propinsi Sumut dalam lomba PTP2WKSS (Pelaksanaan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera). Harapan III pemanfaatan lahan pekarangan (hatinya PKK) kepada Desa Janji Nagodang Kecamatan Onanganjang dan harapan III tanaman obat keluarga (toga) kepada Desa Sihonongan Kecamatan Paranginan. Bukan hanya itu saja, saat acara peringatan juga dilaksanakan perlombaan masak mie gomak dan tumpeng ubi-ubian. Dalam lomba itu, tampil juara I Kecamatan Paranginan, juara II Pollung, juara III Lintongnihuta, harapan I Doloksanggul, harapan II Pakkat dan harapan III Tarabintang. Juri dalam perlombaan itu Ny. Marista Tonny Sihombing, Ny Lisbet RJ Simamora dan Ny Ester Houtman Sinaga.

Sebelumnya Kadis PMDP2A Drs Vandeik Simanungkalit MM melaporkan kegiatan bertujuan memperingati HKG PKK sekaligus memperingati HUT PKK ke-45. Mewujudkan visi dan misi PKK yaitu terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat, sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gerder serta kesadaran hkum dan lingkungan. Kemudian sebagai sarana saling berbagi pengalaman sesame kader PKK antara kader PKK kabupaten, kecamatan dan desa.   (rhs/Diskominfo)